Pertanian tanaman pangan merupakan prioritas program kemajuan usaha pertanian  di Kabupaten Ngawi, dengan membangun sistem pertanian terpadu berbasis organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (Pertanian Input Rendah). Antusiasme petani di Ngawi yang cukup tinggi untuk mewujudkan hal tersebut, terlebih dengan adanya dukungan program Agribisnis Padi Organik (APO) yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Ngawi serta Gerakan 1000 Ha penanaman  padi organik yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. Melimpahnya hasil pertanian tanaman pangan tersebut, dengan dikembangkannya sistem pertanian terpadu berbasis organik, maka peluang usaha terbuka lebar khususnya untuk industri pengolahan hasilpertanian tanaman pangan, utamanya padi organik, jagung, kedelai dan ubi kayu yang mempunyai kapasitas prosuksi yang cukup banyak. Disamping itu,  melihat kesulitan petani mendapatkan pupuk disaat musim tanam dimulai, juga membuka peluang usaha dikembangkannya pabrikasi pupuk organik sesuai dengan standar yang ditetapkan. Juga diperlukan pengembangan sentra pembibitan padi, kedelai, durian dan salak yang berpotensi dikembangkan mengarah mengarah menjadi kawasan agrowisata yang menjanjikan.